Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menerapkan Model-Model Pembelajaran Melalui Kegiatan Supervisi Kepala Sekolah di SMP Negeri Satap 3 Wolomeze

  • Galus Ndona SMP Negeri Satap 3 Wolomeze, Kabupaten Ngada NTT
Keywords: Kompetensi guru, Model Pembelajaran, Supervisi

Abstract

Dalam melaksanakan proses pembelajaran disekolah seorang guru hendaknya pandai memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran.  Pada umumnya, guru jarang mengunakan model pembelajaran dalam setiap proses pembelajaran. Hal itu karena kurangnya pemahaman guru tentang model-model pembelajaran yang dapat memudahkan dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas.

Sebenarnya ada banyak model pembelajaran yang bisa dipakai oleh setiap guru dalam proses pembelajaran yang model pembelajaran ini juga mudah diterapkan yaitu disesuaikan dengan bahan ajar dan materi yang akan disampaikan oleh guru tersebut.  Dengan mengunakan model-model pembelajaran yang sesuai ini siswa dapat termotivasi dalam belajar untuk meningkatkan prestasinya khususnya pada ujian tengah semester maupun ujian semester.

Dengan penelitian ini rumusan masalahnya apakah motivasi guru untuk menerapan model-model pembelajaran dapat meningkatkan kompetensi mengajar guru pada SMP Negeri Satap 3 Wolomeze. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa menggunakan model-model pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan motivasi mengajar guru dan belajar siswa.  Ini terbukti pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan penilaian hasil belajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya meskipun sub-sub komponennya (teknik, bentuk instrumen, soal), pedoman penskoran, dan kunci jawabannya kurang lengkap.  Jika dipersentasekan, 56%.   orang guru masing-masing mendapat skor 1 dan  3 (kurang baik dan baik), tiga orang  mendapat skor 2 (cukup baik), dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). Pada siklus kedua, kesembilan guru tersebut mencantumkan penilaian hasil belajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya meskipun ada guru yang masih keliru dalam menentukan teknik dan bentuk penilaiannya. Tujuh orang mendapat skor 3 (baik) dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). Jika dipersentasekan, 78%, terjadi peningkatan 22% dari siklus I.

Kata Kunci: Kompetensi guru, Model Pembelajaran, Supervisi

Published
2020-03-02